BPBD Kota Denpasar Melatih lanjutan peserta Balana se-Kota Denpasar
Bencana datang bisa kapan saja dan dimana saja, yang dapat dilakukan hanya mengantisipasi sejak dini, hal itu pula yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar melaksanakan Pelatihan Kebencanaan kepada 50 PNS seluruh SKPD Kota Denpasar.
Kondisi Geografis, geologis dan hidrometeorologis Kota Denpasar berpotensi mengalami bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, angin kencang kebakaran dan bencana lainnya, yang sering disebut Panca Baya istilah Balinya. Maka Denpasar perlu dilindungi dari ancaman bencana. Perlindungan tersebut merupakan tanggung jawab Pemerintah utamanya Pemkot Denpasar serta bersama-sama masyarakat dengan cara mengembangkan strategi mitigasi. Untuk itu Pemkot Denpasar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Denpasar (BPBD) melaksanakan pelatihan kebencanaan kepada PNS yang diharapkan mampu mengaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga apabila terjadi bencana minimal dapat memberikan informasi dan bersama-sama masyarakat mencegah serta menanggulangi bencana sehingga dapat meminimalisir kerugian harta benda dan korban jiwa. Demikian disampaikan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutannya yang diwakilkan saat pembukaan pelatihan pencegahan dan penanggulangan bencana bagi PNS Se-Kota Denpasar, Senin (11/8/2014) di Hotel Orangjje Denpasar. Acara tersebut juga dihadiri Kapala Pelaksana BPBD Kota Denpasar I Made Sudhana Satrigraha, MSi, dan Pimpinan instansi terkait.
Lebih lanjut erosi /abrasi pantai dan kenaikan air laut juga dimasukan sebagai jenis ancaman bencana dalam pesisir Kota Denpasar. Disamping itu kondisi kependudukan Kota Denpasar sangat mempengaruhi volume terjadinya bencana kebakaran, karena semakin banyak jumlah penduduk aktivitas masyarakat semakin kompleks sehingga kemungkinan terjadinya bencana sosial kebakaran sangat besar. Berdasarkan data BPBD Kota Denpasar bencana yang dominant terjadi adalah kebakara. Oleh karena itu untuk menyikapi permasalahan tersebut diharapkan semua komponen masyarakat bersama –sama ikut berpartisipasi dalam penanggulangan bencana di Kota Denpasar. Seperti yang dilaksanakan kali ini dengan memberikan pengetahuan kebencanaan lanjutan kepada 50 orang PNS di lingkungan Pemkot Denpasar. Karena bencana tidak dapat diprediksi akan tetapi dapat dicerdasi, dicermati, kemudian disiasati maka diperlukan adanya kerjasama dengan instansi terkait, LSM, lembaga swasta dan masyarakat.