Menu

Dua kali Kebakaran kembali menimpa Gudang Kayu Serta Rumah Bedeng tanpa Penghuni di Desa Pemogan dan di Peguyangan

  • Rabu, 31 Agustus 2011
  • 2125x Dilihat
2 kali kebakaran yang menimpa gudang kayu tanpa penghuni, yang pertama kebakaran di Desa Pemogan yaitu gudang kayu dan rumah bedeng, dan yang kedua kebakaran gudang kayu di Jalan Sentanu Br. Den Yeh Desa Peguyangan Kaja Kecamatan Denpasar Utara Pukul 10.45 tgl 31 Agustus 2011 milik I Ketut Nuarta yang diperkirakan terjadi karena puntung rokok yang membakar serbuk kayu bekas digergaji, namum masih dalam penyelidikan pihak terkait. Namun kebakaran yang parah di Pemogan membara hebat di Jalan Pulau Lingga Gang Jepun Br. Pemogan Kaje, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan. Kali ini rumah bedeng pemulung beserta gudang kayu bekas milik bapak Bahrul Alam (45th) asal Jember yang di kontrak selama 5 tahun. Pak Bahrul mengontrak tanah milik Labe Pura Desa Pemogan (10are) dan (4 are) milik Nyoman Wita. ini hangus terbakar. Tanggal 30 Agustus 2011, pukul 21.10 Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Denpasar mendapat informasi kebakaran di Desa Pemogan, dengan cepat mobil Pemadam meluncur menuju lokasi, melihat api begitu besar membara serentak 6 unit mobil pemadam dari BPBD Kota Denpasar dan 1 unit mobil PMK Badung yang turut membantu memadamkan amukan si Jago Merah yang melalap 15 Kamar Bedeng dan 1 Gudang Kayu. Rumah Bedeng yang berpenghui sekitar 50 orang ini semuanya ditinggal mudik oleh penghuninya sedangkan hanya ada 1 orang penghuni untuk menjaganya, yaitu bapak dadang. Menurut dadang api muncul sekitar 20.10 wita dan belum diketahui pasti penyebabnya, sampai saat ini masih dalam penyelidikan pihak terkait. kerugian ditafsir mencapai ratusan juta rupiah dan untukkorban jiwa nihil. kurang lebih 5 kali mobil pemadam hilir mudik mencari air untuk memadamkan amukan sijago merah tersebut. diperkirakan 185.000 liter air dan puluhan foam dihabiskan serta sekitar 8,5 jam api baru bisa dipadamkan karena sulitnya lokasi yang berisi seng dan tumpukan kayu bekas yang begitu banyak. Tanpa menyerah Personil BPBD Kota Denpasar dengan penuh tanggung jawab dapat menjinakannya sampai api benar-benar padam. Mengambil hikmah dari kejadian ini, diharapkan pengawasan keamanan mulai dari kalangan terbawah: masyarakat, kepala lingkungan, kepala kadus dan seterusnya, terhadap rumah-rumah yang ditinggal pergi dan rumah-rumah bedeng serta gudang di tengah permukiman yang padat, supaya resiko kebakaran di Kota Denpasar dapat dicegah seminimal mungkin, ucap Kalak BPBD Kota Denpasar (dr. Sudhana Satrigraha, M.Si) yang turut terjun langsung ke TKP.